Blog     Gambar     Video     Berita    
Topik Pilihan : Puisi Buat Guru     Pedoman BKR     Generasi Berencana     Terlambat Datang Bulan     Posisi Sex    

Ciwidey dan Pangalengan Paling Rentan HIV AIDS di Kabupaten Bandung

Penyebaran HIV AIDS rentan terjadi di daerah tujuan wisata Kabupaten Bandung. Kecamatan Ciwidey dan Pangalengan menjadi daerah yang paling rentan terkena penyebarannya.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Bandung, Grace Mediana menuturkan, kedua kecamatan yang menjadi daerah tujuan wisata tersebut menjadi rentan terhadap penyebaran HIV AIDS. Pasalnya, tempat hiburan banyak terdapat di kawasan tersebut. Tidak jarang diwarnai praktek prostitusi.

"Di Kabupaten Bandung, kecamatan yang rentan terhadap penularan dan penyebaran HIV AIDS ada di daerah wisata. Seperti di Ciwidey dan Pangalengan. Tempat prostitusi banyak ditemukan di sana. Jadi angka penyebarannya cukup tinggi," kata Grace, Minggu (23/6/2013).

Namun, ujarnya, bukan berarti orang-orang di dua kecamatan tersebut banyak terkena HIV AIDS. Bisa saja penyakit tersebut ada karena dibawa orang dari luar seperti para pekerja seks komersil (PSK) atau pengunjung ke objek wisata tersebut.

"Bukan berarti warga di kedua kecamatan itu banyak yang mengidap HIV. Tapi rentan terhadap penyebarannya. Banyaknya orang luar yang berkunjung bisa menjadi penyebabnya," katanya.

Sedangkan kecamatan lainnya, kata dia, bisa dibilang belum terlalu menonjol. Seperti di kawasan industri atau daerah urban. Di antaranya Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah dan Majalaya. Kebanyakan kasus HIV AIDS di daerah lain, usia yang rentan tertular oleh penyakit ini pada umumnya di usia produktif. Yakni antara 15 hingga 45 tahun. Sehingga, kelompok usia ini harus terus mendapatkan penyuluhan, sosialisasi serta pemahaman yang benar mengenai resiko serta penyebab penularan penyakit ini.

"Sebenarnya sosialisasi dan penyuluhan tidak dilakukan dikalangan usia produktif saja. Kita terus melakukan penyuluhan kepada semua kalangan. Karena penyakit ini bisa menular kepada siapa saja tanpa mengenal batasan umur," ujarnya.

Sosialisasi tersebut meliputi penggunaan kondom bagi orang yang suka berganti-ganti pasangan. Mewaspadai penggunaan jarum suntik secara bergantian bagi pengguna narkoba. Jumlah penderita HIV AIDS hingga 2013 di Kabupaten Bandung, belum bisa dipastikan. Penyebaran penyakit ini sulit terungkap. Jarang sekali ada orang yang mau mengakui telah mengidap HIV AIDS.

"Dibutuhkan sosialisasi dan penyuluhan terus menerus. Masyarakat harus mengerti cara mencegah penyakit tersebut. Ini adalah tugas semua pihak, termasuk media agar bisa memberikan informasi kepada warga," katanya.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung pada 2010, jumlah penderita HIV AIDS mencapai 200 orang. Rata-rata usia pengidapnya berada di usia produktif. Sebagian besar tertular akibat pemakaian jarum suntik khususnya narkoba. Penyebab lainnya adalah akibat hubungan seksual dan transfusi darah. Di Kabupaten Bandung terdapat dua Puskesmas yang memberikan pelayanan terhadap penderita HIV AIDS, yakni di Banjaran dan Cicalengka. (aa)

Read More »
22:29 | 0 komentar

Penyalahguna Narkoba Dari Aparat Hingga Pejabat

Penyalahgunaan narkoba di Indonesia diperkirakan sudah sampai 4,7 juta jiwa. Sebagian besar penyalahguna narkoba terjerumus dikarenakan sikap "salah gaul".

"Banyak orang, dari masyarakat biasa hingga para pejabat, atau aparat negara pun terlibat dalam "salah gaul", sehingga mereka terjerumus dalam lubang penyalahgunaan narkoba," tutur Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional, Irjen Pol Benny Mamoto saat menyampaikan paparan dalam kegiatan Rapat Kerja Teknis dalam Rangka Operasional Pelaksanaan Terpadu, di Hotel Golden Makassar, Kamis (13/6).

Ia mengatakan, perilaku yang salah ini bermuara di tempat hiburan malam, kemudian melakukan penyalahgunaan narkoba. Kemudian perilaku penyalahgunaan narkoba dikhawatirkan berimbas pada kejahatan lainnya. "Narkoba yang notabene membutuhkan biaya yang cukup besar, bisa memicu seseorang untuk melakukan tindakan kejahatan seperti mencuri sampai melakukan tindakan korupsi untuk mencukupi kebutuhan konsumsinya," terangnya.

Jenderal bintang dua ini juga menghimbau agar masalah narkoba merupakan isu serius yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Sebab jika perilaku tersebut dibiarkan, generasi muda Indonesia akan rusak.

"Jangan menunggu anak cucu kita rusak terkena narkoba. Karena dampak yang ditimbulkan ini cukup masif. Kita semua harus bersinergi dan memberikan kontribusi berarti bagi bangsa ini dalam rangka memutus dan memberantas jaringan narkoba," tutup Benny. (ian/jpnn)

Read More »
21:40 | 1 komentar

Sindikat Malaysia Pemasok Narkoba Terbesar

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkapkan Malaysia menjadi negara terbesar pemasok narkoba di Indonesia. Negara tetangga itu mengalahkan sindikat narkoba lainnya dari Seperti dari Iran, India, Pakistan, Lagos, Cina dan Taiwan.

"Berdasarkan data kasus penyelundupan yang terungkap 2012, sindikat narkoba Malaysia merupakan pemasok narkoba terbesar ke Indonesia," ungkap Kabag Humas BNN Kombes Pol Sumirat Dwiyanto, saat ditemui di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (12/6).

Ia mengatakan, dengan melihat daftar perjalanan para sindikat, tujuan pengiriman bisa ke beberapa daerah di Indonesia, dan rata-rata tujuan pengiriman ke Jakarta.

"Mereka (sindikat) masuk dengan modus perjalanan yang sering digunakan adalah mengubah rute penerbangan dari penerbangan internasional ke domestik," kata Sumirat.

Menurutnya, hal ini dikarenakan pemeriksaan di terminal domestik tidak ketat. "Pemeriksaan di terminal kedatangan domestik di setiap bandara di Indonesia tidak seketat pemeriksaan di terminal kedatangan internasional. Sehingga sering digunakan para sindikat untuk menyelundupkan narkoba," tutup Jubir BNN ini.

Sementara itu, berdasarkan data yang diterima JPNN dari Direktorat Bea dan Cukai, sejak 2011 sampai dengan tanggal 30 April 2013, kasus penyelundupan narkoba dengan warga negara berasal dari Asia merupakan penyumbang tertinggi dengan 102 kasus, dibanding dengan negara dari Afrika 21 kasus dan Eropa 20 kasus. (ian/jpnn)

Read More »
21:37 | 0 komentar